Program Keluarga Harapan

Meraih Keluarga Sejahtera

KEMENTRIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA

PENERIMA PKH KOTA AMBON PAMERKAN HASIL USAHA RUMAHAN KE MENTERI, BANGGA BISA BANTU EKONOMI KELUARGA


Sumber : Humas Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial
Posting : Joko Hariyanto
Tanggal : 2019-02-11


Bagikan Berita


PENERIMA PKH KOTA AMBON PAMERKAN HASIL USAHA RUMAHAN KE MENTERI, BANGGA BISA BANTU EKONOMI KELUARGA

Kota Ambon - Warga Kota Ambon, Provinsi Maluku hari ini menerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang secara simbolis disampaikan oleh Menteri Perindustrian Erlangga Hartarto mewakili Presiden Joko Widodo. 

Dalam acara yang berlangsung di Aula Univeristas Pattimura ini hadir 1.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH dan BPNT dari Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon. Tiba di lokasi acara, Menteri bersama rombongan disambut ibu-ibu yang memamerkan aneka ragam dagangannya. 

Ada rujak buah, es buah, aneka makanan olahan dari ikan, kue dan bolu dari bahan dasar buah sukun, dan juga bermacam-macam bunga dari sabut kelapa. Satu persatu dagangan itu diamati oleh Menperin sambil berdialog santai dengan ibu-ibu. 

"Ini apa bu? Berapa harganya? Sehari bisa produksi berapa banyak?," tutur Erlangga kepada beberapa ibu yang menunjukkan produk olahan ikan.

Ia kemudian menjelaskan kehadirannya adalah untuk mewakili Presiden Joko Widodo. Ia juga menyampaikan salam dari Presiden untuk ibu-ibu.

"Presiden meminta saya untuk turun memantau langsung bagaimana pelaksanaan program pemerintah di lapangan dan sejauh mana program tersebut memberi manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat," kata Menperin. 

Menteri mengatakan Presiden ingin memastikan bansos PKH dan BPNT dapat memberikan perlindungan dan jaminan sosial bagi penerima manfaat. 

"Artinya kebutuhan dasar penerima manfaat terpenuhi. Misalnya akses terhadap sembako murah menjadi terbuka, demikian pula akses terhadap pendidikan bagi anak-anak dan layanan kesehatan," terang Menperin. 

Melalui bansos PKH, lanjutnya, juga diharapkan terjadi perubahan pola pikir dan perilaku KPM terkait pola hidup sehat, pengelaan keuangan rumah tangga yang baik, serta terbukanya kesempatan berusaha untuk menambah pemasukan keluarga. 

Ia menyontohkan ibu-ibu penerima PKH dan BPNT di Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon yang telah berhasil mendirikan kelompok-kelompok usaha membuat makanan olahan dari bahan dasar ikan. 

"Dengan bimbingan dari Pendamping PKH Ibu Ana Luturmas, ibu-ibu belajar membuat nugget ikan, tahu ikan, bakso ikan, dll untuk dijual," tuturnya bangga. 

Keterampilan semacam ini, tuturnya, diharapkan dapat menginspirasi para ibu untuk lebih berdaya dengan membuka usaha sendiri. 

Pendamping PKH Kota Ambon, Ana Luturmas mengatakan saat ini ia memiliki wilayah dampingan Desa Amahusu, Desa Nusaniwe, Desa Seilale, dan Desa Latuhalat. Semuanya ada di Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon.

Ia mengelola beberapa kelompok dimana setiap kelompok beranggotakan 10--15 orang. Modal berusaha didapat dari swadaya ibu-ibu dnegan cara menabung per bulan minimal Rp5.000. 

"Uangnya ditabung lalu setelah 6 bulan dibuka untuk modal usaha. Jenis usahanya macam-macam disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan sosial anggota kelompok," terangnya. 

Ia menyontohkan pada Januari hingga April, hasil tangkapan ikan para nelayan melimpah sehingga ikan-ikan bisa diolah menjadi nugget ikan dan bakso ikan. Semuanya dibekukan atau disimpan di freezer sehingga tahan lama. 

"Sebagian ibu-ibu juga menjahit taplak meja dari kain perca, kainnya dari pakaian bekas. Ada juga yang mengolah limbah minyak kelapa menjadi puding, gula-gula dan sabut kelapa untuk bunga hias," terangnya penuh semangat. 

Pendamping PKH sejak tahun 2013 ini mengaku saat ini ia memiliki 243 KPM yang didampingi dan seluruhnya tergabung dalam kelompok-kelompok usaha bersama. 

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengatakan peran Pendamping PKH sangat besar dalam mendorong kemandirian KPM. Pendamping PKH bertugas untuk memberikan pendampingan agar penerima bantuan tepat sasaran dan memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. 

"Mereka secara rutin menyelenggarakan Pertemuan Peningkatan Kesejahteraan Keluarga untuk melakukan sosialiasi dan edukasi para penerima manfaat. Khususnya dalam memberikan pemahaman untuk peningkatan kesehatan dan gizi, pendidikan, ekonomi, perlindungan anak dan kesejahteraan sosial," katanya. 

Ana, lanjut Dirjen, adalah pemenang penghargaan "PKH Appreciation Day" yang diselenggarakan Kementerian Sosial pada tahun 2017. Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada para pelaksana program pengentasan kemiskinan dimana salah satunya adalah Pendamping PKH. 

Untuk diketahui bansos PKH dan BPNT Tahap I Tahun 2019 yang disalurkan untuk Provinsi Maluku senilai Rp207.849.555.000. 

Bantuan Sosial PKH dan BPNT  tahap I Tahun 2019 untuk Kota Ambon sebanyak Rp16.014.550.000. Bantuan tersebut terdiri dari bansos PKH Rp194.009.575.000 untuk 99.217 KPM dan BPNT Rp13.839.980.000 untuk 125.818 KPM.