Program Keluarga Harapan

Meraih Keluarga Sejahtera

KEMENTRIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA

LDP PKH BANTU SULTENG BANGKIT


Sumber : SPV PKH. Edi Chandra J.L
Posting : Joko Hariyanto
Tanggal : 2018-11-15


Bagikan Berita

Donggala, (15 November 2018) - Bencana memang tidak ada yang tahu kapan datang, dimana terjadi dan juga tidak pandang bulu siapa yang jadi korban. Minggu pagi 12 orang Supervisor Program Keluarga Harapan (SPV-PKH) dari DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat tiba di Kota Palu ditugaskan memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) kepada korban gempa bumi dan tsunami. Kedatangan tim LDP ini diterima langsung oleh Kepala Dinas Sosial Propinsi Sulteng Ridwan Mumu. 

Ridwan Mumu mengaku sedang mendapatkan dukungan SPV PKH untuk memulihkan trauma masyarakat Sulteng akibat gempat dan tsunami. "Saya sangat berterimakasih kepada kawan-kawan semua yang sudah rela datang jauh-jauh ke Sulteng ini untuk bantu kami bangkit dari bencana, semoga bermanfaat untuk warga Sulteng dan jadi pengalaman baru buat kawan-kawan", ujar Bapak Ridwan Mumu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulteng, Minggu, 11 November 2018.

Ridwan menjelaskan kedatangan tim ini akan disebarkan ke kantong-kantong pengungsian di 6 titik yatitu 3 titik di kota Palu, 2 titik di kabupaten Donggala dan 1 titik di kabupaten Sigi. “Setiap titik akan diisi oleh 2 orang personil. Materi yang akan mereka berikan kepada pengungsi menggunakan pendekatan community living yaitu mereka akan tinggal selama 10 hari di posko pengungsian bersama warga,” jelasnya. 

Asmar SPV Kabupaten Subang mengaku senang dengan dilibatkannya dalam tim LDP yang menangani trauma warga akibat bencana beberapa waktu lalu. ”Ini adalah tantangan baru buat kami. Untuk itu ini akan kita jadikan tempat menambah pengalaman dan meningkatkan kinerja pekerja sosial supervisor.  Kami disini siap untuk menjalankan misi kemanusiaan ini demi tetap meningkatkan kesejahteraan keluarga" kata Asmar, Peksos SPV Kab. Subang, kemarin. 

Kegiatan LDP ini akan diberikan bukan hanya kepada anak-anak saja namun juga diberikan kepada para orang tua untuk membantu mereka memulihkan kondisi psikosialnya.  "Rumahku sebenarnya tidak hancur, tapi saya takut kembali kerumah karena saya melihat air itu setinggi 3-4 meter naik ke rumah ku, makannya saya tidak berani kembali kerumah" Ujar Ibu Ramlah salah satu korban di Posko Pengungsian Donggala, kemarin. 

Kegiatan yang dilakukan pun beragam mulai dari memberikan permainan kepada anak-anak hingga memberikan materi FDS kepada orang tua korban bencana.

Ketika LDP dilakukan tampak semangat dan keceriaan dari anak-anak dan juga para orang tua untuk setidaknya menghilangkan sejenak rasa khawatir mereka. Para pekerja sosial supervisor juga dengan rasa antusiasnya memberikan kemampuan terbaik mereka dalam membantu masyarakat Sulteng bangkit. Bahkan pekerja sosial supervisor siap untuk ditugaskan lebih lama lagi untuk bisa memberikan LDP kepada warga Sulteng.

 

SPV PKH. Edi Chandra J.L