Program Keluarga Harapan

Meraih Keluarga Sejahtera

KEMENTRIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA

Seribu Ibu-Ibu Sambut Meriah Penyaluran PKH dan BPNT Tahap I


Sumber : Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial
Posting : Admin
Tanggal : 2019-02-20


Bagikan Berita

Rabu, 20 Februari 2019 - Hangat dan meriah! Itulah suasana yang dirasakan oleh sekitar seribu ibu-ibu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Ballroom Grand Mutiara Kota Kupang NTT.

Menteri Perindustrian atas nama Presiden Joko Widodo menjadi saksi dilaksanakannya Penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Non Tunai PKH dan BPNT bersama dengan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI Harry Hikmat.

Tampak hadir disana Wakil Gubernur NTT, Walikota Kupang atau yang mewakili, beberapa anggota DPR RI, Forkopinda, pimpinan dan perangkat daerah setempat, pejabat sipil, TNI dan Polri, Duta dan Sahabat PKH, tokoh masyarakat, tokoh agama dan undangan lain.

Ucapan selamat datang yang hangat dan terima kasih disampaikan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi sebagai tuan rumah atas terlaksananya penyaluran Bansos tahap I ini. Dirinya berpesan, agar rakyat NTT tidak boleh miskin. “Kita boleh miskin dalam harta, tetapi tidak miskin dalam harkat dan martabat. NTT tidak mau dijuluki lagi daerah termiskin!" tegasnya.

Digitalisasi Ekonomi

Untuk mendukung kemandirian KPM PKH, Kemensos mempunyai Program KUBE PKH yang memberikan bantuan sebesar 20 juta rupiah. Selanjutnya, Kemenperin juga ikut serta membantu memberikan Pelatihan Kewiraswastaan dan Digitalisasi Ekonomi dimana produk KUBE PKH dapat dipasarkan secara online serta adanya bantuan program KUR (Kredit Usaha Rakyat). “Dengan adanya program-program tersebut, diharapkan dapat terwujud wiraswasta yang mandiri!” terang Menperin.

Tak luput, Harry Hikmat mengemukakan bahwa akan adanya kerjasama antara Kementerian Sosial dengan Kementerian Perindustrian dalam memasarkan produk-produk KUBE (Kelompok Usaha Bersama) PKH. Salah satunya dengan memasarkannya melalui online market atau Digitalisasi Ekonomi.

“Bantuan PKH tidak hanya semata-mata digunakan untuk kesehatan dan pendidikan tetapi sisanya dapat digunakan untuk modal usaha” terang Harry.

Dalam kesempatan ini, Harry juga berharap agar anak-anak KPM PKH dapat mencapai cita-citanya bahkan kelak dapat menjadi seorang Menteri.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat menyampaikan rekapitulasi bantuan sosial PKH dan BPNT Untuk Tahap I di Provinsi NTT pada Tahun 2019 adalah bansos PKH dengan jumlah penerima 376.880 KPM dan total bantuan Rp 577.547.050.000,-

Sementara itu untuk BPNT, sebanyak 455.947 adalah Penerima Manfaat dengan bantuan sebesar Rp 50.154.170.000,- Total jumlah bantuan keseluruhan adalah Rp. 627.701.220.000,-

Untuk Kota Kupang, sebanyak 9.601 KPM PKH menerima bantuan sebesar Rp. 14.038.325.000,- dan BPNT sebanyak 17.130 KPM dengan bantuan sebesar Rp. 1.884.300.000,- sehingga Total bantuan adalah Rp. 15.922.625.000,-

Graduasi Sebagai Prestasi

Sebagai sebuah prestasi, Graduasi Mandiri atau keluar dari kepesertaan secara sukarela merupakan bentuk kesadaran diri dari KPM yang sudah sejahtera.

KPM Graduasi Mandiri untuk Kota Kupang antara lain
Pertama, Sumiati Toan, dari Kec. Kelapa Tuan, dengan jenis usaha kost-kostan dan kontrakkan kios.
Kedua, Sylvia W Lake, dari Kec. Maulafa, jenis usaha membuka kost-kostan dan sumur boor. Terakhir, Kornalia Liubana, Kec. Maulafa, jenis usaha ternak.

Salah satu KPM Graduasi Mandiri Kornalia Liubana mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada PKH dan Pemerintah, sehingga anak-anaknya telah menjadi Polisi dan ASN.

Hadir juga dalam Kegiatan tersebut Anak KPM PKH Berprestasi. Yaitu Aprilia Wulandari Folla SMPLB Kelapa Lima kelas IX juara lomba menjahit anak berkebutuhan khusus, Devi Triana Nautani SMA Flobamora kelas XI Juara I Sepak Takrow Tingkat SMA Medali Emas, Dastin Luji Pao SMP Kelas VII Lulusan terbaik dan juara I tingkat sekolah.