Program Keluarga Harapan

Meraih Keluarga Sejahtera

KEMENTRIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA

Mungkinkah orang biasa memiliki prestasi yang luar biasa ?


Sumber : Annisa Suci Utami S.Tr.Sos Supervisor PKH  Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat
Posting : Joko Hariyanto
Tanggal : 2018-11-22


Bagikan Berita

Sebagian besar orang beranggapan bahwa kemampuan finansial orang tua sangat berpengaruh terhadap prestasi dan pencapaian anak. Dengan kemampuan finansial yang baik, mereka bisa menyekolahkan anaknya hingga keluar negeri sekalipun.

Mereka juga bisa mendukung hobi dan bakat yang dimiliki oleh anaknya, dengan mengikutsertakan anaknya dalam berbagai les privat, seperti les piano, olah vokal dan lain sebagainya. Tentu saja hal tersebut biasa terjadi dan dianggap wajar oleh setiap orang.

Lalu bagaimana dengan mereka yang memiliki tingkat perekonomian menengah kebawah ?

Bagaimana dengan mereka yang bahkan tidak mampu untuk membiayai les privat untuk mendukung hobi dan bakat anaknya ?

Bagaimana dengan mereka yang bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari saja susah ?

Apakah mereka tidak berhak untuk memiliki anak berprestasi ?

Pertanyaan-pertanyaan itu tidak membuat Ibu Nur'aini berkecil hati.  Meski ia tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM-PKH) senjak tahun 2015 di Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat.

Tekad Ibu Nur'aini untuk mendorong agar anak-anaknya dapat berprestasi ia tunjungan dengan mengikuti berbagai pertemuan kelompok yang diadakan oleh Tomi Tridaya Putra  selaku Pendamping PKH.. 

Arahan dan motivasi yang diberikan oleh pendamping dalam setiap pertemuan menjadi sumber kekuatan Nur'aini dalam menjalani kehidupan. 

“tidak ada batasan bagi seorang hamba untuk selalu berbuat baik dalam menggapai ridhoNya, tidak ada hukum alam yang menyatakan bahwa prestasi dianugrahkan kepada orang kaya, anak adalah harta yang paling berharga yang apabila dididik dengan baik mereka akan mampu menjadi seorang yang beprestasi yang nantinya mampu merubah nasib keluarga, begitulah seharusnya” seperti itu kalimat yang sering disampaikan oleh pendamping dalam setiap pertemuan. 

Arahan dan motivasi yang diberikan oleh pendamping PKH selalu menjadi acuan bagi ibu Nur’aini dalam mendidik anak-anaknya. Beliau selalu mendukung setiap kegiatan positif yang dilakukan oleh anak-anaknya, hingga suatu ketika ditahun 2016 anak pertamanya Merli Swadita memiliki kesempatan untuk mengikuti perlombaan MTQ tingkat provinsi Sumatera Barat dan memperoleh juara pertama.

Tentunya pencapaian tersebut menjadi sumber kebahagian bagi keluarga.ibu Nur’aini menceritakan prestasi yang diraih oleh anaknya kepada pendamping PKH, tentu saja bahagia mereka adalah cita cita kami, begitu yang dirasakan oleh pendamping PKH pada waktu itu. 

Melalui arahan dan motivasi dari Pendamping PKH yang tidak pernah putus Merli swadita kembali mengikuti perlombaan MTQ mahasiswa tingkat nasional cabang kaligrafi tahun 2017 dan meraih juara pertama, ditahun 2018 Merli swadita meraih juara ketiga MTQ Mahasiswa tingkat nasional

Tidak ada yang tidak mungkin bukan ? kisah ini memberikan penyadaran terhadap kita bersama bahwa semua orang berhak beprestasi, tidak penting seberapa banyak harta yang dimiliki oleh orang tua, karena yang paling penting adalah dukungan dan motivasi dari orang tua serta seberapa besar tekat yang ada dalam diri untuk mewujudkan mimpi menjadi nyata. 

Pesan ibu Nur’aini kepada Pemerintah:

Terimakasih yang tak terhingga kepada seluruh Pelaksana Program Keluarga Harapan baik yang bertugas di pusat ataupun daerah, atas bantuan dan kesempatan yang diberikan kepada saya selaku penerima manfaat PKH saat ini, harapan saya semoga program yang luar biasa ini mampu membantu masyarakat agar keluar dari zona kemiskinan

 

Penulis

Annisa Suci Utami S.Tr.Sos

Supervisor PKH

 Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat