Program Keluarga Harapan

Meraih Keluarga Sejahtera

KEMENTRIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA

KPM PKH Ingin Segera Lulus Dengan Buka Usaha


Sumber : Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial
Posting : Admin
Tanggal : 2019-02-22


Bagikan Berita

Kabupaten Bogor (22 Februari 2019) - Saya ingin lulus dan tidak mengandalkan bantuan lagi dari pemerintah, jika usaha sudah bagus dan bisa mendapatkan bantuan modal untuk mengembangkan usaha," ujar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kabupaten Bogor Iis Ernawati.

Ia menegaskan, dirinya baru 5 bulan membangun usaha berupa makanan ringan cistik atau stik dengan rasa wortel dan buah naga dengan modal awal 500 ribu rupiah.

"Kalau bantuan PKH cair selalu saya sisihkan, sampai terkumpul 500 ribu terus saya mulai buka usaha," ujarnya.

Usahanya saat ini, masih dalam skala kecil dan pemasaran baru warung-warung di kampung. Paling tidak dalam dua hari sekali dirinya memproduksi sekitar 7 kilogram stik dengan harga per bungkus lima ribu untuk bungkus kecil dan besar sepuluh ribu.

"Saya dibantu pendamping untuk mempromosikan usaha. Bikin usaha karena dimotivasi pendamping dan dapat pelatihan di kecamatan. Saya pilih bikin makanan ringan dengan rasa unik dari wortel dan buah naga, alhamdulilah warga menyukainya, bahan ini mudah didapat," katanya.

Ibu dari dua orang anak ini mengaku bahwa suaminya kerja serabutan. "Insya Allah, sangat ingin usaha ini maju, mudah mudahan lebih maju, konsumen lebih banyak dan pemasaran lebih lancar," katanya.

Iis merasa senang diundang untuk mempromosikan produknya di hadapan Presiden Joko Widodo. Dirinya, ingin lebih banyak ikut pameran produk UKM untuk mengembangkan usaha.

Sementara itu dihadapan 1.913 KPM PKH, Presiden Joko Widodo mengingatkan ibu-ibu penerima bantuan, agar menyisihkan sebagian dana PKH yang didapatnya untuk membangun usaha.

"Buka usaha penting, jualan gorengan, buka warung kopi, jualan itu bisa di rumah, tempat yang lain, pasar. Banyak ruang-ruang seperti itu, " ujar Jokowi di Kabupaten Bogor, (22/2).

Dihadapan Joko Widodo, Seorang KPM PKH dari Kabupaten Bogor Retno, mengaku, uang yang didapatnya sebagian digunakan untuk modal membuka warung kopi di rumahnya.

"Setiap hari dapat untung seratus ribu," ujarnya saat ditanya Presiden Jokowi berapa pendapatan yang diraihnya dengan membuka warung.

Sebelum memasuki Gedung Laga Tangkas, Komplek Olah Raga Pakansari, Kabupaten Bogor, Presiden Joko Widodo menyempatkan melihat pameran produk - produk yang dihasilkan para KPM PKH dari Kabupaten Bogor.

Setidaknya ada 15 jenis produk yang dipamerkan mulai makanan olahan atau makanan ringan serta minuman dari berbagai bahan yang ada di sekitar lingkungan PKH, seperti pisang, wortel, buah naga, sayuran,ikan, beras ketan. Selain itu ada yang bergerak dalam usaha kerajinan tangan berupa aksesoris perhiasan, aksesoris rumah serta usaha pembuatan sandal.

Lain halnya dengan KPM PKH Entin yang merupakan ketua kelompok, ia membuka usaha dengan melibatkan 20 orang KPM PKH dengan membuat sandal jepit dengan modal yang dikumpulkan sedikit-sedikit dari sesama anggota penerima bantuan.

Harga sandal jepitnya dibandrol dengan harga 10 ribu per pasang, jika dibeli kodian akan lebih murah.

"Alhamdulilah sekarang sudah ada yang beli dan pesan, walapun lebih banyak dibeli ibu-ibu kampung, dan suami saya juga ikut memasarkan," ujarnya seraya menegaskan usaha ini digagasnya sejak 6 bulan lalu.

Ia mengatakan, mendapatkan bantuan peralatan membuat sandal, seperti alat dan mesin dari dinas sosial Kabupaten Bogor.

"Alhamdulilah, walaupun produksinya tergantung pesanan, sandal jepit ini ada yang mau beli," pungkasnya.

Kementerian Sosial terus mendorong KPM PKH agar dapat sejahtera mandiri. Pada tahun 2018 sebanyak 621.789 KPM PKH atau 6,2 persen dinyatakan lulus atau graduasi dari kepesertaan PKH.

Tahun 2019 ditargetkan KPM PKH lulus sebanyak 800.000 atau sekitar 8 persen.

"Upaya tersebut kami lakukan melalui pelaksanaan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (P2K2) atau familly development session (FDS) yang dilakukan secara masif oleh para pendamping PKH ke setiap KPM," kata Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita.