Program Keluarga Harapan

Meraih Keluarga Sejahtera

KEMENTRIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA

Penerima PKH Didorong Punya Budaya Malu


Sumber : jawapos.com
Posting : Joko Hariyanto
Tanggal : 2018-12-04


Bagikan Berita

Kementerian Sosial (Kemensos) terus menyalurkan program Program Keluarga Harapan (PKH). Targetnya, penerima bisa mandiri dalam lima tahun. Untuk itu, upaya pendampingan dengan mengadakan kelompok usaha bersama (kuber) terus digalakkan. Dengan adanya Kuber, para keluarga penerima manfaat PKH (KPMPKH) diharapkan bisa membuka usaha.

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat mengungkapkan, banyak yang bisa dilakukan KPMPKH untuk menjalankan usaha mandiri. Para pendamping tidak hanya mempunyai tugas untuk melakukan pendataan dan pengawasan terhadap KPMPKH. Lebih dari itu, pendamping juga memberikan kegiatan kepada warga agar bisa mandiri dan keluar dari kemiskinan.

"Targetnya lima tahun harus keluar dari PKH. Maka kami terus melakukan resertifikasi ulang. Meskipun kami tidak menutup mata ada KPM PKH yang sudah delapan tahun," ungkap Harry kepada JawaPos.com, Selasa (4/12).

Selama ini resertifikasi ulang belum bisa berjalan dengan baik. Kemensos pun melakukan perangkingan terhadap keluarga sejahtera mandiri. Ini sebagai upaya untuk mendorong KPM PKH agar menyadari bahwa bantuan dari pemerintah tidak permanen. Sewaktu-waktu bisa dihentikan atau dicabut dan dialihkan kepada yang lain.

Harry juga berharap masyarakat mempunyai budaya malu sebagai penerima. "Bantuan ini sifatnya temporer. Kami mendorong agar tumbuh budaya malu. Sehingga jika ada KPM yang sudah merasa mampu harus bersedia mengundurkan diri," ucapnya.

Untuk pendataan, KPMPKH sendiri menggunakan baseline sesuai dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin. Sumbernya dari pendataan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) 2015. Data tersebut akan terus diperbaharui setiap tahunnya.