Program Keluarga Harapan

Meraih Keluarga Sejahtera

KEMENTRIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA

KPM PKH Harus Bisa Mandiri


Sumber : Harian Jogja
Posting : Joko Hariyanto
Tanggal : 2019-05-09


Bagikan Berita

Penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tidak serta merta mendapatkan bantuan keuangan saja tetapi juga diberikan berbagai pelatihan agar bisa mandiri dan keluar dari status Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Koordinator PKH Kulonprogo Totok Hariyanta menuturkan setiap bulannya Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kulonprogo rutin memberikan pelatihan kepada KPM yang menerima PKH.

Pertemuan Peningkatan Kapasitas Keluarga (P2K2) yang rutin dilakukan tiap bulannya itu diisi dengan pelatihan dan pendampingan pada tiap kelompok di satu wilayah. “Ada berbagai materi dalam pelatihan itu. Ada soal pengelolaan keuangan, pola asuh sampai wirausaha,” ungkapnya, Rabu (8/5/2019).

Tiap kelompok dalam satu dusun itu ada satu pendamping dengan total di Kulonprogo ada 107 pendamping. Hal tersebut dilakukan agar KPM bisa produktif. Tidak hanya menerima pemberian bantuan melalui PKH saja tetapi bisa menunjang kebutuhan secara mandiri.

DP3A mendorong agar PKH bisa memanfaatkan bantuan PKH tiap bulannya dengan tepat sasaran. “Diberikan anjuran untuk menabung, prioritaskan bantuan itu pada pendidikan, kesehatan, setelah tercukupi diarahkan untuk berwirausaha,” ujar Totok.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial DP3A Kulonprogo Abdul Kahar memaparkan di Kulonprogo secara perlahan warga yang masuk KPM sudah keluar dan tidak lagi menerima bantuan PKH dari pemerintah.

Di awal tahun ini, sudah ada 858 orang yang keluar dari KPM. “Tahun ini sudah diberikan PKH di Februari untuk tahap pertama. Pengucuran bantuan diberikan empat tahap,” paparnya. Beberapa komponen yang menerima PKH di satu KPM antara lain lanjut usia, anak sekolah, ibu hamil dan difabel.Di tahap pertama pemberian PKH, total ada 32.893 KPM yang menerima PKH.