Program Keluarga Harapan

Meraih Keluarga Sejahtera

KEMENTRIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA

Wujudkan Janji Presiden, Kemensos kirim 10 SDM PKH berprestasi studi banding ke Phillipina


Sumber : Joko Hariyanto
Posting :
Tanggal : 2019-07-08


Bagikan Berita

Jakarta, Kementerian Sosial mewujudkan janji Presiden Jokowi untuk mengirim SDM PKH melakukan studi banding ke luar negeri. Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasamita mengatakan SDM PKH yang dikirim studi banding ke luar negeri tersebut merupakan yang terbaik setelah melalui berbagai proses seleksi yang dilakukan Kemensos pada bulan April dan Mei. 

“Mereka menjalani seleksi yang ketat dan dinyatakan layak untuk mengikuti studi banding ke Philipina. Adapun kreteria penilaian antara lain untuk Tenaga Ahli Pusat, berkinerja baik berdasarkan penilaian kinerja tahun 2018. Untuk Koordinator Regional (Koreg)/ Koordinator Wilayah (Korwil) / Koordinator Kabupatan (Korkab), berkinerja baik berdasarkan penilaian kinerja tahun 2018 dan hasil persentase tertinggi jumlah kpm graduasi sejahtera mandiri/jumlah KPM tahap 2 tahun 2019 diwilayah kerjanya masing masing. Untuk, Peksos Supervisor dan Pendamping Sosial, berkinerja baik berdasarkan penilaian kinerja tahun 2018 dan jumlah KPM graduasi sejahtera mandiri terbanyak dalam wilayah kerjanya. Untuk, Administrator Pangkalan Data (APD) Kab/Kota, berdasarkan capaian final closing tercepat di tahap 1-4 tahun 2018 dan tahap 1-2 tahun 2109, dipilih salah satu APD dari Kab/Kota nominator,” jelas Agus di Jakarta, hari ini. 

Agus menambahkan setelah proses seleksi terpilih sebanyak 10 SDM PKH. Mereka antara lain, Ahmad Zainudin Tenaga Ahli Penyaluran, Djoko Susilo Tenaga Ahli Kepesertaan PKH, IvO Nilasari Koordinator Regional Sumatra, Elisa Yuniarti Koordinator Wilayah Bengkulu, Eferi Alfansyah Koordinator Kota Pagar Alam, Sumatra Selatan, Raden Dika Permatadiraja Peksos Supervisor kota Bekasi, M. Syah administrator pangkalan data kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Fatimatul Aulia pendamping PKH kecamatan Tanjung Tabalong, Kalimantan Selatan, M. Erwin Dianto pendamping PKH kecamatan Jagong Jaget kabupaten Aceh Tengah, Banda Aceh, Zusmiana pendamping PKH kecamatan Baturaja Barat, Ogan Komiling Ulu, Sumatra Selatan. Keberangkatan delegasi SDM PKH tersebut dipimpin oleh Staf Ahli Menteri (SAM) Asep Sasa dan didampingi oleh Keukeu Komarawati Kasubdit Bantuan Sosial Kemensos RI.  

“Mereka kita harapkan dapat menimba Ilmu dari pelaksanaan Conditional Cash Transfer (CCT) di Philipina. Mereka akan berada disana selama satu minggu disana. Yang baik dan sesuai dengan kultur dan budaya Indonesia bisa dikombinasilan dengan pelaksanaan PKH disini. Mereka berbagi pengalaman program serupa yang dikelola oleh pemerintah Phillipina dan menggali hal-hal baru untuk pernyempurnaan PKH kedepan,” tambah Agus. 

Bersama degan bank dunia ke 10 SDM PKH tersebut selama di Philipina akan melakukan serangkaian kegiatan untuk mengenal pelaksanaan CCT di negara tersebut. Kegiatan yang akan mereka ikuti antara lain melakukan pertemuan dengan Ruth R. Rodriguez, Social Protection Specialist, World Bank Manila dan melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat terkait CCT di negara tersebut. Disamping itu, mereka juga akan melakukan kunjungan ke penerima CCT disana serta mengunjungi pusat kesehatan yang dijadikan rujukan.

Sementara itu, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Harry Hikmat mengatakan selain mengirimkan SDM PKH ke luar negeri, pemerintah juga terus melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas pelatihan Family Development Session (FDS) kepada pendamping di seluruh tanah air. “Hal ini merupakan bagian upaya pemerintah mendorong SDM PKH agar dapat memacu kenaikan graduasi mandiri KPM PKH,” kata Harry. 

Harry menambahkan ada lima modul yang harus dikuasai SDM PKH antara lain,pertama  modul pendidikan dan pengasuhan anak *Menjadi Orangtua Yang Lebih Baik* ditujukan  untuk  meningkatkan  pemahaman orangtua tentang menerapkan pola asuh yang  baik serta pentingnya pendidikan untuk kesuksesan anak di masa mendatang.

Kedua, modul pengelolaan keuangan dan perencanaan usaha yang ditujukan untuk memberikan pengetahuan dasar dan mengasah keterampilan dalam mengelola pendapatan dan pengeluaran, serta merencanakan usaha. Ketiga, modul kesehatan dan gizi yang ditujukkan untuk memahami perilaku-perilaku sehat dan gizi bagi ibu dan anak, khususnya dalam masa penting 1000 hari, mulai dari ibu hamil, sampai anaknya berusia 24 bulan.

Sedangkan modul ke empat dan ke lima yaitu, modul perlindungan anak yang ditujukkan untuk memahami upaya perlindungan anak dari perlakuan salah dan kekerasan serta eksloitasi dan penelantaran pada anak dan modul kesejahteraan sosial : Disabilitas dan Lanjut Usia* ditujukkan agar merubah cara pandang semua pihak terhadap disabilitas dan memberikan pengetahuan praktis terhadap lanjut usia.

Langkah pemerintah meningkatkan kualitas SDM PKH tersebut untuk mendorong semakin banyak KPM PKH yang tergaduasi. Pemerintah tahun ini menargetkan sebanyak 800.000 KPM PKH bisa garduasi. 

Seperti diberitakan dalam pertemuan dengan seluruh SDM PKH di Istana Negara, Presiden Jokowi berjanji untuk mengirimkan SDM PKH terbaik menimba ilmu di luar negeri. (*)