Program Keluarga Harapan

Meraih Keluarga Sejahtera

KEMENTRIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA

60 KPM PKH Magelang Dapat Pelatihan dari Kemenperin


Sumber : Joko Hariyanto
Posting :
Tanggal : 2019-07-09


Bagikan Berita

 

 

Jakarta, Sebanyak 60 keluarga penerima manfaat program keluarga harapan (KPM-PKH) di kabupaten Magelang,Jawa Tengah mengikuti bimbingan dan pelatihan wirausaha mandiri. Kegiatan tersebut merupakan implementasi kerjasama antara Kemensos dan Kemenperin. Kasubdit Kepersertaan Direktorat Jaminan Sosial Keluarga Rinto Indratmoko mengatakan pelatihan tersebut taraf hidup KPM PKH. 

“Dengan pelatihan ini kita berharap mereka mampu meningkatkan perekonomian keluarga,” kata Rinto. 

Dalam sambutannya Direktur Jaminan Sosial Keluarga yang dibacakan Rinto Indratmoko disebutkan Salah satunya berbetuk kerjasama dengan Kementerian Perindustrian sebagaimana disepakati kedua belah pihak bersama dan tertuang di dalam Nota Kesepahaman antara Kementerian Perindustrian dan Kementerian Sosial tentang Penumbuhan Wirausaha Baru Industri Kecil Dan Industry Menengah Bagi Penerima Manfaat PKH Dan Penerima Manfaat Bidang Kesejahteraan Sosial Lainnya. Salah satu ruang lingkup dalam nota kesepahaman tersebut ialah penyelenggaraan pelatihan wirausaha serta bimbingan teknis untuk menghasilkan wirausaha baru yang mandiri.

Studi yang dilakukan berbagai lembaga baik dalam maupun luar negeri menunjukkan pelaksanaan PKH memberi dampak positif pada tiga hal yaitu peningkatan konsumsi keluarga miskin, peningkatan angka partisipasi kasar anak masuk sekolah SD, SMP, dan SMA serta penurunan angka ketimpangan (gini ratio).

“Selama hampir dua tahun terakhir PKH telah menjadi pionir dalam pelaksanaan financial inclusive bantuan sosial di Indonesia. Tidak saja berhasil menjalankan rangkaian business process as usual namun juga melakukan berbagai inovasi dan terobosan yang belum pernah dilakukan pelaksana PKH sebelumya,” jelas Nur dalam sambutannya yang dibacakan Kasubdit Kepersertaan Direktorat Jaminan Sosial Keluarga Rinto Indratmoko. 

Rinto menambahkan PKH yang dilaksanakan sejak tahun 2007, setiap tahunnya mengalami perkembangan jumlah kepesertaan dan kebijakan. “Dalam pelaksanaanya, meski PKH termasuk program jangka panjang. Namun kepesertaan PKH tidak bersifat permanen. Bila Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sudah tidak memiliki komponen kepesertaan dan/atau tidak  memenuhi  kriteria  kepesertaan KPM, maka KPM tersebut keluar dari program secara alamiah atau disebut juga graduasi alamiah,” tambahnya.

“Durasi kepesertaan KPM yang berjangka waktu, artinya KPM yang sudah menerima bantuan tunai harus diberi peluang untuk transformasi program lainnya dalam  masa transisi maupun graduasi,” imbuhnya. 

Para peserta kegiatan ini merupakan orang orang terpilih dari sekian banyak peserta PKH lainnya yang diharapkan dapat secara mandiri melakukan transformasi kondisi social ekonomi keluarganya melalui jalan wirausaha baru IKM pangan dan IKM kerajinan bamboo. “Diharapkan pelatihan ini bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat sekitar pada umumnya seiring dengan bertumbuhnya kegiatan wirausaha yang dilakukan oleh masing masing peserta,” lanjutnya.