Program Keluarga Harapan | Berita | Program Keluarga Harapan

Berita

Bahasa |  English  

Kurangnya Pemahaman Mengenai Program Keluarga Harapan

Laporan wartawan Tribun Medan/Wiwi Deriana

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN
- Korwil PKH Sumut, Ivo Nilasari mengatakan seringkali program keluarga harapan (PKH) diperdebatkan dan muncul di dalam media massa. Banyak yang protes terhadap PKH karena dianggap sebagai program yang tidak memberikan pemberdayaan kepada masyarakat atau hanya membuat masyarakat menjadi ketergantungan terhadap bantuan-bantuan.

"Komentar ini adalah komentar orang yang belum begitu memahami program penanggulangan kemiskinan pemerintah. Ungkapan seperti lebih baik diberi pancing dibandingkan memberi ikan, menjadikan masyarakat money oriented dan ketergantungan, membuat malas dan sebagainya adalah bagian dari masih kurangnya sosialisasi dan penjelasan tentang Program Keluarga Harapan secara khusus dan Program Pro Rakyat Secara Umum," katanya.

Ivo mengatakan PKH yang diberikan kepada masyarakat sangat miskin didasarkan kepada jumlah data statistik mikro yang dilakukan melalui Pendataan Program Pelindungan Sosial (PPLS). Sumber data ini menjadi dasar acuan penerima bantuan dalam PKH.

Data ini akan dilakukan validasi ulang apakah keluarga yang terdata benar-benar kategori layak untuk mendapatkan bantuan PKH atau sudah masuk kategori tidak layak. Validasi ulang akan dilakukan setiap tiga bulan sekali yang dilakukan oleh pembimbing PKH. (der/tribun-medan.com)

 Latest Terkait News


 Arsip Berita



Kantor Pelaksana PKH Pusat

Gedung D Kementerian Sosial RI

Jl. Salemba Raya No.28, Jakarta Pusat

+6221 3103591 (ex.2446)

Fax : +6221-3147474, 3925153

E-mail : pusat@pkh.kemsos.go.id