Program Keluarga Harapan | Testimonial | Program Keluarga Harapan

Testimonial

Bahasa |  English  

Saya Kerja Di Pasar Kembang Lho ;-)

Pasar Kembang atau orang biasa menyebut Sarkem, suatu kawasan di jantung Kota Yogyakarta yang penuh fenomena dan pasti akan mengelitik siapa saja yang mendengar kawasan tersebut. PasarKembang, berada di wilayah Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen, di pusat perekonomian Kota Yogyakarta. Sejak kecil saya sering melewati kawasan Kecamatan Gedongtengen, terutama Pasar Kembang, karena secara geografis daerah tempat tinggal saya dari kecil sampai menyelesaikan status sebagai single women adalah bertetangga dengan Kecamatan Gedongtengen, apalagi hampir setiap hari saya melalui jalan di kawasan Pasar Kembang ini.

Banyak rumor dan cerita yang berkembang dan sudah sering saya dengar, sehingga ketika pada akhirnya Kementrian Sosial menawari saya sebagai Pendamping PKH di wilayah ini, saya sedikit gamang. Sampai saya benar - benar harus merasakan tidak bisa mengistirahatkan mata dan pikiran saya di malam hari, ketika pada akhirnya saya benar - benar diberikan mandat sebagai Pendamping PKH di Kecamatan Gedongtengen. Ini realitanya, bahwa saya memang ditugasi dan bekerja di Wilayah Kecamatan Gedongtengen - saya kerja di Sarkem-J

Sarkem adalah fenomena unik di antara religiusitas Kota Yogyakarta. Bila kita masuk ke gang - gang sempit kita akan menjumpai di dalamnya ada banyak pemandangan laki - laki kekar bertato duduk di pinggir dengan bertelanjang dada, perempuan - perempuan muda yang membiarkan auratnya dinikmati orang banyak sambil duduk menghisap cerutu. Serta anak - anak kecil yang bermain dan menatap bukan layaknya anak kecil normal pada umumnya.

Mendampingi peserta PKH di wilayah Sarkem membawa saya mendapat banyak sekali pengalaman baru, terutama tentang perjuangan hidup. Hal ini membuat saya sangat malu karena jarang bersyukur dan masih banyak mengeluh tentang hidup saya, yang ternyata saya sangat beruntung dengan kehidupan yang saya miliki. Belum lagi 1 tahun saya bertugas, banyak hal yang membangun empati saya tentang kehidupan yang keras dan berat yang harus kita jalani dengan ikhlas.

Di Wilayah ini saya menemukan seorang wanita yang gigih bekerja untuk ke 6 orang anaknya yang semuanya bersekolah, Ibu Ernawati yang tinggal di sebuah rumah kontrakan di belakang toko - toko mewah di jalan Malioboro, yang menyandang status sebagai istri kedua, entah benar dia dinikahi atau tidak, saya tidak tahu pasti, yang harus bangun jam 3 pagi dan kembali ke rumah jam 10 malam karena bekerja di 3 tempat sekaligus. Dan anehnya, si suami yang nota bene adalah bapak dari anak - naknya sama sekali tidak pernah memikirkan apakah uang recehan yang dia berikan cukup untuk sekedar membeli beras, apalagi untuk biaya anak - anaknya Sekolah. Seorang wanita yang bahkan tidak pernah bersedih, saya selalu melihat dia tersenyum dan tidak pernah melihat dia mengeluh - seorang wanita hebat - menurut saya yang terhebat yang pernah saya temui. Ibu ini bangun jam 3 pagi untuk bersih - ersih rumah, masak, mencuci dan memasak untuk anak - anaknya, jam 5 pagi dia sudah berangkat ke sebuah Toko Roti, berjalan kaki. Jam 10 beliau sudah kembali ke rumah, sebentar mengerjakan meronce bunga untuk kawinan dan melihat kondisi rumah dan anaknya - anaknya yang rata - rata masih kecil, paling besar kelas 2 SMP dan yang terkecil masih balita dan sekolah di TK terdekat.

Setiap pagi, karena beliau harus berangkat pagi - pagi, anaknya yang perempuan yang bertugas memandikan dan menyiapkan keperluan adik - adiknya ke sekolah, seorang anak kelas 1 SMP dan seorang anak kelas 3 SD. Kemudian setelah jam 12, beliau berangkat ke sebuah perumahan di jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Tegalrejo. Beliau menjadi pembantu rumah tangga dan bertugas mencuci, menyetrika dan bersih - bersih di 2 rumah di perumahan ini. Dia berangkat dengan jalan kaki dan membawa bekal tas berisi dompet, hp dan air putih dalam kemasan botol mineral dan paying kecil. Setelah tugas - tugasnya selesai, sekitar jam 9 malam beliau sampai rumah. Kemudian beliau melanjutkan meronce sambil mendampingi anak - anaknya membuat PR dan menanyakan kegiatan mereka hari itu. Katanya pada saya, kalau beliau kecapekan, beliau langsung mandi dan tidur -.hmmmmm- fenomena bukan - .???? Itu beliau lakukan setiap hari, tanpa lelah, tanpa keluhan, hanya ikhlas dan senyuman yang selalu menyertainya - it′s wonderfull.

Sebulan yang lalu, tepat seminggu sebelum lebaran, ibu yang hebat ini menceritakan pada saya bahwa ada orang baik hati yang ingin membelikan beliau sepeda. "ALHAMDULILLAH, Tuhan memang Maha Adil ", saya hanya bisa melihat binar - binar di matanya yang penuh semangat hidup dan berkata  "Selamat ya bu."  Sungguh, pelajaran yang sangat berharga yang diberikan Tuhan pada saya dan saya bersyukur saya bisa melihat dan mengalami pengalaman ini bersama ibu hebat ini.

Lain lagi yang terjadi di gang kedua wilayah Pasar Kembang, tepatnya di wilayah Sosrowijayan Wetan, ada seorang ibu cantieq yang harus berjuang membesarkan ke 4 anaknya dengan bekerja sebagai resepsionist di Hotel 1001 Malam. Karena suami adalah seorang pemabuk dan penjudi yang kerjaannya hanya mabuk dan marah apabila yang bersangkutan kalah ketika berlaga. Dan yang jadi korban hantaman kanan kiri adalah sang istri, ibu muda yang cantieq ini, yang sudah mengabdikan hidupnya selama 18 tahun, bekerja mencari nafkah, bekerja dan merawat anak - naknya di rumah, dan selalu menerima kata - kata dan perbuatan kasar dari suaminya. Kalau saya tanya, beliau hanya menjawab, beliau hidup dan bahagia demi anak - anaknya, bukan yang lain. Subhanallah, tegarnya wanita ini.

Ada yang baik, ada juga yang buruk, sangat bertolak belakang dengan perjuangan 2 ibu cantieq sebelumnya, ada juga ibu - ibu lain yang dengan egoisnya meninggalkan anak - anak mereka di wilayah Sarkem, saya juga menemukan sisi lain kehidupan seorang wanita. Seorang Wanita Cantik yang hidup dengan 8 orang anaknya, rumah dan kehidupan boleh sederhana dan minim, tapi penampilan mewah dan berlebihan, Ibu cantieq ini, mempunyai 8 orang anak dengan 4 suami yang berbeda, entah dia jujur atau tidak ketika menjelaskan ke saya bahwa beliau saat ini menikah siri, setelah 4 kali sebelumnya menikah, dengan seorang laki - laki yang nota bene berusia 10 tahun lebih muda dari usianya. Belum lagi beberapa wanita yang pada akhirnya a naknya yang masih kecil - kecil untuk mengejar laki - laki lain karena tidak puas dengan kehidupan yang sedang dijalaninya -.hmmmm - Pasar Kembang-sarkem-fenomenal bukan.????????;-)

Apapun yang saya alami, semua yang saya jalani dan apapun kesulitan yang menimpa ketika saya bertugas sebagai Pendamping di Kecamatan Gedongtengen, tidak sebanding dengan pengalaman hidup yang saya dapatkan di sana belajar tentang hidup belajar untuk lebih bersyukur belajar untuk lebih sabar belajar untuk mendengarkan belajar untuk memberi dan yang pasti, saya akan terus BELAJAR.!!!!!

SEMANGAAAATTTT...SEMANGAAAAAATTTTT....:-D ( Yogyakarta, 22 September 2012 )


Kantor Pelaksana PKH Pusat

Gedung D Kementerian Sosial RI

Jl. Salemba Raya No.28, Jakarta Pusat

+6221 3103591 (ex.2446)

Fax : +6221-3147474, 3925153

E-mail : pusat@pkh.kemsos.go.id